Minggu, 26 Oktober 2008 | 20:48 WITA
BULUNGAN--SEBANYAK 20 perusahaan yang akan mengelola perkebunan kelapa sawit terus didorong untuk segera melakukan penanaman inti dan plasma di areal yang telah mengantongi izin. Pemkab Bulungan bersikap tegas karena yang baru merealisasikannya sekitar 10 perusahaan. Padahal luasan areal yang telah diizinkan bagi 20 perusahaan itu mencapai 300 ribu hektare.
"Perusahaan yang belum jalan masih mengurus perizinan seperti izin lokasi, land clearing, usaha perkebunan, Izin Pemanfaatan Kayu (IPK), amdal hingga perizinan alat berat. Perizinan itu harus disiapkan sebelum memulai proses di lapangan," ujar Bupati Bulungan, Drs Budiman Arifin.
Biasanya, kata bupati, kendala di pemerintah seperti izin yang diurus terlalu banyak sehingga lambat. Di sisi lain, perusahaan kekurangan modal seperti alat berat yang digunakan seharusnya benar-benar baru. Namun ada pula yang menggunakan alat berat bekas sehingga pekerjaan menjadi lambat. Maklum, pengadaan alat baru membutuhkan modal besar sekitar Rp 1 miliar. Jika membutuhkan alat berat 40 unit maka harus dikeluarkan Rp 40 miliar.
"Itu belum untuk hal lain seperti operasional tenaga kerja, bibit yang informasinya saat ini sedang mahal dan lainnya. Kondisi riil di lapangan itu terus kita genjot agar perusahaan bisa secepatnya melakukan penanaman," ujarnya.
Menurutnya, sesuai RTRW disiapkan lahan seluas 400 ribu ha untuk Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK). Selain perkebunan kelapa sawit, lahan yang ada akan ditanami tanaman lain seperti karet, kopi dan kakao. Bahkan untuk karet rencananya tahun depan masyarakat akan mulai melakukan penamanan.
Namun, lanjut Budiman penanaman yang dilakukan tidak akan terlalu luas karena dilakukan warga bukan perusahanaan. Pihaknya akan memberikan bantuan bibit dan akan dikelola oleh masyarakat.
"Kami secara kontinu melakukan pelatihan agar SDM di sekitar perkebunan semakin meningkat. Kami juga berharap agar tenaga kerja lokal bisa mencapai komposisi 80 persen tetapi harus memiliki kemampuan yang memadai sesuai kebutuhan pihak perusahaan," ujarnya.(drm)