|
|
|
/ Home / Balikpapan /
Balikpapan
BBM Langka, Pertamina Minta Warga Tak Panik
Antrean warga Balikpapan akibat kelangkaan minyak tanah. Minggu, 4 Januari 2009 | 21:17 WITA
BALIKPAPAN - Pertamina Unit Pemasaran VI untuk wilayah Kalimantan meminta warga tidak panik dan melakukan aksi borong bahan bakar minyak, khusus premium dan minyak tanah. Kondisi ini sangat diperlukan karena kekosongan dua jenis BBM itu sekarang sudah berangsur-angsur teratasi. Demikian dikatakan General Manajer Pertamina Unit Pemasaran VI Kalimantan, Giri Santoso di Balikpapan, Minggu (4/1). "Saya menjamin, persediaan premium yang dimilik Pertamina cukup. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan terjadi kelangkaan," katanya. Kekosongan BBM , khususnya Premium pada sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum atau SPBU di Kalimantan Selatan (Kalsel) dan minyak tanah di sejumlah pangkalan di Kalimantan Timur (Kaltim) terjadi dua hari terakhir. Hal ini membuat warga sempat panik karena kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak tersebut , kalaupun ada harganya ecerannya sudah tinggi. Di Kota Banjarmasin, Kalimantan, sampai Minggu (4/1) pagi masih terjadi kekosongan premium pada sejumlah SPBU. "Ratusan kendaraan antre menunggu datangnya pasokan premium dari Pertamina ke SPBU-SPBU setempat. Pengisian Premium di SPBU baru normal kembali pada siang hari," kata Kasful Anwar, warga Banjarmasin. Keterangan yang dihimpun Kompas, menyebutkan, akibat kekosongan bahan bakar minyak (BBM) tersebut, para pedagang eceran sempat menaikkan harga Premium dari harga Rp 5.500 per liter menjadi Rp 7.000 per liter. Sedangkan kekosongan minyak tanah pada sejumlah pangkalan minyak tanah di Balikpapan menyebabkan harga ecerannya juga naik dari Rp 3.100 per liter menjadi Rp 4.000 per liter. Giri mengakui, dalam dua hari terakhir sempat terjadi kekosongan BBM di Kalsel . Tetapi, di Kaltim, Kalteng dan Kalbar tidak mengalami hal serupa. Kekosongan itu terjadi karena keterlambatan dalam pembuatan Delivery Order (DO) Premium di Pertamina Banjarmasin akibat adanya perubahan aplikasi dan pemerosesan data yang disebut SAP menjadi MySAP. "Perubahan itu tidak berjalan mulus sehingga pembuatan DO lamban karena dilakukan secara manual. Sekarang, penerapan program MySAP sudah berjalan dan pembuatan DO bisa normal kembali," jelasnya. Khusus menyangkut kekosongan minyak tanah di Balikpapan , Giri menyatakan, keadaan itu seharusnya tidak terjadi karena sampai saat ini Pertamina belum melakukan pengurangan pasokan minyak tanah bersubsidi. Sebab, program konversi atau pengalihan pemakaian minyak tanah bersubsidi ke gas elpiji dengan menggunakan tabung tiga kilogram akan dilaksanakan akhir Januari atau bulan Februari mendatang. Kekosongan terjadi, ungkapnya, karena warga panik akibat ada isu telah terjadi pengurangan minyak tanah. Padahal itu tidak benar. Pengurangan minyak tanah bersubsidi itu baru terjadi kalau program konversi tersebut berjalan semuanya berjalan lancar. "Tidak perlu dikhawatirkan, pasokan minyak tanah tersedia banyak. Untuk di Balikpapan dipasok 180 kilo liter per hari," katanya. (M Syaifulla) komentar
|
advertisement
|