Balikpapan
Ikan Besar Itu Ditarik Lima Orang
TRIBUN KALTIM/JONI KUSWORO
lumba-lumba hidung botol
Senin, 2 Februari 2009 | 14:16 WITA

 Laporan wartawan Tribun Kaltim, Joni Kusworo


BALIKPAPAN - Seekor ikan besar jenis mamalia laut ditemukan di pantai Stall Kuda Balikpapan pekan lalu, hingga kini belum diketahui jenis speciesnya. Pasalnya, mamalia yang memiliki panjang 2,20 meter ini ditemukan dalam keadaan mati dan terapung di laut, yang berjarak sekitar 30 meter dari bibir pantai. 
 
Pertama kalinya, mamalia dengan berat sekitar 100 kilogram ini ditemui seorang petugas scurity perusahaan alat-alat berat di kawasan itu. "Setelah menemukan ikan terapung-apung di laut, kami dari bagian safety kemudian diberi tahu oleh petuga scurity. Setelah itu ikan kami tarik ke pinggir pantai. Awalnya kami bertiga tidak kuat membawanyanya ke tepian, tetapi ikan ini berhasil kami tarik setelah kami meminta bantuan rekan-rekan lain," kata Anjar, seorang karyawan perusahaan tersebut. 
 
Saat pertama kali ditemukan, aroma busuk ikan itu belum begitu menyengat. Namun sehari kemudian ikan yang disebut-sebut warga adalah jenis pesut ini mengeluarkan bau yang cukup menyengat. Setelah dibawa ke pinggir pantai, Anjar memotret kondisi fisik mamalia ini. Setelah itu ikan dikubur di kedalaman 80 centimeter. 
 
Namun karena gelombang pasang, keesokan harinya pasir pantai terkikis dan menyebabkan ikan tersebut muncul kembali ke permukaan. Menurut beberapa nelayan sekitar, bila menemukan ikan besar yang mati semacam itu diikat dalam tali dan diletakkan di laut, agar bisa dimakan ikan-ikan lainnya.
 
Untuk menghindari bau yang berlebihan di area itu, langkah seperti seperti ini dianggap lebih tepat. Yayasan Konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (TK-RASI), yang bermarkas di Samarinda segera menurunkan timnya untuk meneliti keberadaan mamalia ini. 
 
"Jika masih ada, kami hanya butuh secuil dagingnya untuk kami teliti DNA-nya. Bila perlu dari foto-fotonya saja kami juga sudah bisa mengenali jenis mamalia itu," kata seorang peneliti Lumba-lumba asal Belanda, Daniella Kreb, saat dikonfirmasi. Mamalia ini berwarna putih dengan bintik-bintik kehitaman. Namun hingga kini belum diketahui penyebab matinya mamalia yang menjadi salah satu penghuni Teluk Balikpapan ini. (*)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved