/ Home / Migas /
Migas
Chevron Bantu Ubah Sampah jadi Berkah
Arif Er Rachman
Tanaman organik yang menggunakan kompos hasil Rumah Kompos Telagasari Balikpapan
Sabtu, 7 Februari 2009 | 20:17 WITA

DI tangan para orang kreatif, sampah bukanlah suatu masalah. Justru sampah bisa mengindahkan lingkungan asal dikelola dengan baik dan benar. Seperti halnya, sampah rumah tangga di Kelurahan Telaga Sari dan Prapatan Dalam , Balikpapan, yang justru bisa berguna bagi lingkungan dan menambah pendapatan masyarakat di sana.

SEKELOMPOK ibu rumah tangga tampak sibuk di siang hari yang lengang. Ada yang memotong jantung pisang, mengumpulkan kulit bawang, dan mengaduk sampah organik di sebuah tong plastik di dalam satu bangunan rumah yang belum jadi. "Beginilah kegiatan kami sehari-hari," tutur Roisah, istri Ketua RT 01, Telaga Sari.

Bersama sembilan ibu rumah tangga lainnya, ia berjibaku mengolah sampah menjadi barang yang bermanfaat alias berkah lantaran bisa menjadi duit. Walau masih berskala kecil, tetapi pupuk kompos buatan ibu-ibu RT 01 berkualitas bagus. Harganya bahkan lebih mahal dibanding pupuk kompos yang dijual di Rumah Kompos RT 35. Kemasan per kg, kompos RT 01 dibanderol Rp 8.000 sedangkan di Rumah Kompos per 2 kg dipatok Rp 7.500. "Soalnya pembuatan kompos di sini dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu lebih lama. Dari sampah jadi kompos bisa sampai dua bulan," tutur Iis, sapaan akrab Roisah.

Dalam sebulan, mereka bisa menghasilkan sekitar 20 kg. Jumlah produksi itu bisa dibilang sedikit. "Lebih banyak dipakai sendiri, walau kadang-kadang juga dijual. Meski permintaan banyak, kami belum bisa memenuhi karena produksi kompos di sini sangat tergantung cuaca. Kalau hujan terus, ya prosesnya lebih lama karena tak bisa menjemur," ujar Iis.

Di Kawasan RT 01, pengelolaan sampah memang telah mandiri. Pasalnya, warga di sini telah berpartisipasi sejak tahun 2004, ketika Chevron Indonesia Company Kalimantan Operation bersama Yayasan PEDULI (Pengembangan Ekonomi, Daur Ulang dan Lingkungan) dan Pemkot Balikpapan menyelenggarakan program percontohan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Program ini berbasis partisipasi warga (domestic waste management program) mulai dikerjakan tahun 2004 dan direalisasikan awal 2005 dan terus berkelanjutan sampai saat ini.

"Tahun 2003 waktu itu ada pertemuan warga RT 01 dengan Yayasan PEDULI untuk membuat program bersama mengenai pengelolaan sampah. Kami ke Jakarta untuk ikut pelatihan dan akhirnya program tersebut terus berjalan hingga kini," ujar Anthos Padmawijaya, Direktur Eksekutif Yayasan PEDULI. 

Lantaran program tersebut berhasil, kini Yayasan PEDULI mengembangkan pengelolaan sampah di tujuh RT dari dua kelurahan. Kelurahan Telaga Sari meliputi RT 02, 03, 04, dan 44. Sedangkan Kelurahan Prapatan mencakup RT 34, 35, dan 36.

Awal 2007 dibangunlah Rumah Kompos berukuran 12 x 10 meter di lingkungan RT 34 atas bantuan Chevron. Sejumlah warga dan Yayasan PEDULI memproduksi sampah secara manual. Juli 2007 ketika Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Balikpapan memberi bantuan berupa satu unit mesin pencacah, kompos mulai diproduksi penuh.

Saat ini Rumah Kompos mendapat sumbangan sampah tak hanya dari warga sekitar tetapi juga beberapa restoran di kawasan Monpera. Setiap bulan rata-rata Rumah Kompos menerima sekitar empat sampai empat setengah ton. Dari sejumlah itu, bisa menghasilkan pupuk kompos separonya, dua sampai dua setengah ton. Sebagian besar, sekitar satu hingga satu setengah ton ton dibeli DKPP, selebihnya digunakan warga atau dijual kepada orang lain yang berminat.

Dengan kapasitas mesin pencacah hingga 10 ton, sebenarnya jumlah sampah yang diterima masih sangat sedikit. "Kami terus berupaya agar sampah organik yang terkumpul bisa lebih banyak sehingga produksi pupuk kompos juga banyak. Sebenarnya ada beberapa pihak yang menawarkan untuk mengambil sampah organik, tetapi belum kami sanggupi karena kendaraan operasional belum kami miliki," tutur Anthos.

Kendati demikian, warga di tujuh RT ini cukup puas dengan apa yang ada sekarang. Pasalnya, selain lingkungan menjadi bersih dan asri, kegiatan ini juga bisa memberikan hasil yang lumayan. (advertorial)

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

setahu kami cevron tdk pernah ada kepedulian terhadap lingkungan. CSR nya tdk jalan.

Posted by: ketua rt.02 | Minggu, 29 November 2009 | 10:10 WITA

Kok di Klaim Chevron sendiri sih, padahal jelas-jelas hasil kerjasama antara Pertamina RU V, Yayasan peduli dan Pemkot.

Posted by: Abdul Malik | Sabtu, 25 April 2009 | 19:25 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved