Sport Kaltim
Besok, Persiba Balikpapan Menjamu Persema Malang
AHMAD BAYASUT/TRIBUN KALTIM
Daniel berbincang-bincang dengan timnya saat berlatih.
Selasa, 9 Februari 2010 | 09:04 WITA

BALIKPAPAN - Persema Malang memandang laga perdana tandang putaran kedua Kompetisi Indonesia Super League (ISl) 2009/2010 sebagai tantangan serius. Tim berjuluk Laskar Ken Arok bertekad mencuri poin dijamu Persiba Balikpapan, Rabu (10/2).

Keseriusan tim besutan Subangkit dengan membawa lima legiun asingnya. Yakni Jairon Feliciano, Robert Mark Gaspar, Pierre Pattrick Seme, Brima Pepito Sanusie dan pemain anyarnya dari Korea Selatan Park Chul Hyung. Legiun asing baru Persema ini berperan sebagai stopper. "Kita lihat dulu apakah bisa kita mainkan Park atau tidak," ujar pelatih Persema Malang Subangkit ditemui di hotel Blue Sky, Senin (8/2) sore.

Selain lima pemain asingnya, Subangkit memboyong 15 pemain lokal. Hanya satu pemain andalannya Kasan Soleh yang terkena akumulasi kartu. Kasan akan menyusul Bima Sakti cs ketika bertandang menghadapi PSM Makassar. "Absennya Kasan memenang pengaruh tapi tidak signifikan," ujarnya. Menurut pelatih asal Pandaaan Kabupaten Pasuruan ini pemain cadangannya juga memiliki peran yang sama dengan pemain inti.

Pelatih yang suka formasi 3-5-2 ini mengungkapkan sudah merekam semua dalam benaknya pertandingan timnya menjamu Persiba akhir Januari lalu. Kembalinya Mijo Dadic bersama skuad Beruang Madu membuatnya sedikit berhati-hati. Ia memuji Mijo memiliki postur tinggi pasti menang duel udara. Dibantu dengan rekan-rekannya di lini depan seperti Julio Lopez dan Fery Aryawan. "Fery dan J-Lo sangat berbahaya, mereka berdua yang mengalahkan Arema," katanya.

Subangkit menilai satu pilarnya sebagai putra daerah Balikpapan tidak akan mempengaruhi permainan. Ditambah Muhammad Kamri sebagai putra daerah Penajam Paser Utara (PPU). Ia menilai pemain sekelas Bima Sakti pasti bersikap profesional. "Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung kita akan bermain untuk menang, tidak ada tim super yang tidak bisa dikalahkan," tegasnya. Dalam setiap latihan Subangkit mengingatkan Bima cs agar menerapkan positif ball. "Tidak ada dalam kamus saya negatif ball, masak dalam sepakbola harus terus menerus diserang," tukasnya.

Menurutnya tim sepakbola di Liga Super berpeluang menjadi juara. Karena poin yang didulang tim-tim peserta ISL tidak terlalu jauh menutup putaran pertama. "Kans untuk juara bagi seluruh tim sangat besar karena poinnya berdekatan," ungkapnya. (bay/tribunkaltim cetak)

1 dari 1 Halaman Komentar | First Prev Next Last

go persiba...

Posted by: ferdy | Selasa, 9 Februari 2010 | 09:49 WITA

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved