Komunitas
KDK Pererat Kekeluargaan Plus Lestarikan Budaya
SARASSANI/TRIBUN KALTIM
Ilustrasi : Anggota KDK Paser menari Tari Burung.
Rabu, 17 Februari 2010 | 17:20 WITA

KERUKUNAN Dayak Kalimantan (KDK) berdiri tahun sejak 1980. Sebuah paguyuban tempat berkumpul warga Kabupaten Paser dari suku-suku Dayak di Kalimantan. Seperti, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur,  dan Kalimantan Barat. Di Kaltim, KDK menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar yakni Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT).

KEGIATAN dan kepengurusan PDKT sebenarnya lebih eksis.  Seluruh anggota KDK masuk dalam keanggotaan dan kepengurusan PDKT Paser. Namun  KDK masih tetap dipertahankan. Sebab KDK dan PDKT Paser pada dasarnya  merupakan tempat mempererat tali silaturhami dan kekeluargaan.

"KDK lebih pada kerukunan yang eksis di Paser, sama halnya PDKT Paser. Bedanya, PDKT ada pengurus tingkat provinsi, sedangkan KDK tidak ada. Baik PDKT maupun KDK sama-sama berusaha menjaga kelestarian budaya leluhur. Seperti tari tradisional, bahasa daerah, alat berburu dan bertani," kata Headman Daito Spd, Ketua KDK Paser.

Bukan hal mudah untuk melestarikan budaya leluhur. Menurut Headman,  ada tari tradisional yang cuma bisa lakukan oleh orang-orang tertentu. Sebab hanya dari garis keturunan si penari itu yang bisa membawakan Tari Belian.  Itupun jika ahli warisnya mau melanjutkan keahlian orangtuanya. "Dulu, Tari Belian dilakukan untuk menyembuhkan orang sakit, membersihkan pengaruh jahat. Biasanya, Tari Belian dibawakan dalam sebuah acara yang dihadiri oleh pejabat supaya acara berjalan lancar," urainya.

Sekarang hanya segelintir orang saja yang bisa membawakannya, terutama untuk di wilayah Kabupaten Paser. Tapi kalau sekadar untuk melestarikan budaya daerah, asalkan mau belajar semua orang pasti bisa menari tarian itu. "Tari Belian terdiri dari banyak bagian. Rata-rata yang mengusai Tari Belian usianya di atas 40 tahun. Selain itu, Tari Belian bisa dibawakan oleh pria, bisa juga dibawakan wanita. Untuk pria disebut Tari Belian Bawo, sedangkan wanita Tari Belian Dadak, anak saya sendiri bisa membawakan Tari Belian Dadak, tapi cuma untuk melestarikan budaya," jelasnya. (sarassani/tribunkaltim cetak)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved