Rabu, 24 Februari 2010 | 16:42 WITA
TRIBUNKATIM - BUDAYA membaca dan menulis belumlah tumbuh maksimal di Indonesia. Hingga Februari 1997, dibentuklah sebuah komunitas yang berupaya serius membangun kesadaran akan pentingnya budaya ilmiah ini. Komunitas ini adalah Forum Lingkar Pena (FLP).
SEJAK saat itu, FLP telah menarik minat para penggemar aktivitas membaca dan menulis dalam jumlah yang mencengangkan. Bahkan dalam artikel di salah satu media cetak terbitan Jakarta pada Februari 2001 menyebut FLP sebagai "pabrik penulis cerita". FLP juga sering diberi "cap" sebagai pembawa genre tersendiri dalam dunia penulisan di Indonesia, yaitu sastra Islami.
Ketua FLP Kaltim, DH Devita yang berdomisili di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, mengatakan FLP cabang Sangatta didirikan pada April 2005 dan telah mengalami restrukturisasi kepengurusan pada tahun 2006. Saat ini sudah berlangsung tiga periode kepengurusan.
Para pemimpin FLP Sangatta adalah Hariyanti, Royhan Ilmi, dan Rien Hanafiah. Rien juga terpilih kembali memimpin FLP Sangatta periode 2010-2012 dalam Musyawarah Cabang Sangatta, Minggu (21/2). Sebelumnya pada tahun 2008, penulis muda Kaltim, Muthi Masfuah, mendirikan FLP Wilayah Kaltim yang berpusat di Bontang. Setelah itu dibentuk beberapa cabang di Bontang, Samarinda, Balikpapan, Tenggarong, Sangatta, Penajam Paser Utara, dan Paser.
Devita mengatakan, penguatan organisasi di Sangatta dilakukan dengan kegiatan massal perekrutan pada Agustus 2006 di Swarga Bara, Sangatta. Saat itu sekitar 50 anggota baru bergabung. "Proses pengkaderan penulis muda menjadi agenda penting yang dikerjakan," katanya. Hal itu merupakan bentuk misi pembudayaan cinta membaca dan menulis dari FLP untuk masyarakat.
Devita menjelaskan pula, FLP memiliki visi sebagai organisasi yang memberikan pencerahan melalui tulisan. Sedangkan misi FLP adalah meningkatkan mutu dan produktivitas karya anggota sebagai sumbangsih berarti bagi masyarakat. "Kami juga ingin membangun jaringan penulis yang menghasilkan karya-karya berkualitas dan mencerdaskan," katanya. FLP juga berupaya untuk memperjuangkan kehidupan yang lebih baik bagi penulis.
Saat ini, FLP Cabang Sangatta rutin menggelar kegiatan Sekolah Menulis FLP Sangatta yang disingkat SMS. Kegiatan digelar rutin Minggu pagi di TKIT Darussalam Sangatta mulai pukul 08.00 sampai 11.00. "Pesertanya beragam mulai dari guru, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, juga kalangan dewasa dengan berbagai profesi," katanya.
Selain itu mereka juga telah menggelar kegiatan lain. Diantaranya FLP Goes to SMPN 1 Sangatta Utara, SMP 2 Sangkima, dan kampus STIPER. "Kami juga menggelar pelatihan singkat kepenulisan, peluncuran buku, juga pelatihan jurnalistik Jumbara PMR Kutim," kata Devita. (khc)