|
|
|
/ Home / Selamat Pagi /
Selamat Pagi
Syair Barzanji
Uki M Kurdi Jumat, 26 Februari 2010 | 08:26 WITA
SELAMAT hari Jumat. Mari kita perbanyak membaca salawat untuk junjungan nabi kita Muhammad SAW, khususnya di hari ini. Membaca salawat adalah perintah Allah, sehingga takwa yang berkualitas pun bisa diindikasikan dari banyaknya kita membaca salawat Nabi. Ada beberapa orang yang dicitrakan buruk di dalam Al-Qurna. Sebut saja Firaun atau Abu Lahab. Dalam surat al-Lahab, penguasa (politik dan ekonomi) asal kota Makkah ini, dipastikan masuk neraka dengan siksaan yang pedih. Baik Firaun maupun Abu Lahab adalah penguasa yang menolak atau tidak mengakui adanya Allah Yang Maha Esa. Allah SWT berfirman, "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. yang di lehernya ada tali dari sabut." (QS 111: 1-5) Namun demikian, Allah SWT memang Maha Adil dan Bijaksana. Karena sekafir-kafirnya Abu Lahab, ternyata pamanda Nabi Muhammad ini pernah mencatatkan amal perbuatan baik. Perbuatan baiknya itulah yang kelak akan membebaskannya dari siksa api nereka. Ceritanya, seperti di bawah ini. Adalah Tsuwaibah.budak perempuan milik Abu Lahab. Suatu hari, Tsuwaibah.menyampaikan kabar gembira kepada Abu Lahab, bahwa Aminah binti Wahab melahrikan seorang anak lelaki yang sehat dan ganteng. Itu terjadi pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah, yang nantinya diberi nama Muhammad. Mendengar kabar gembira bahwa adik perempuannya melahirkan anak lelaki, Abu Lahab lengsung menggelar pesta. Bahkan, karena saking gembiranya, Abu Lahab pada saat itu juga memutuskan membebaskan Tsuwaibah dari statusnya sebagai budak. Kisah tentang Abu Lahab tersebut tertuang di dalam hadis Nabi Muhammad. Hadisnya tergolong sahih dan diriwayatkan oleh Bukhari. Lanjutan dari hadis tersebut menyebutkan, "Setiap hari Senin, di akhirat nanti, siksa Abu Lahab akan dikurangi karena pada hari itu --hari kelahiran Nabi Muhammad SAW-- Abu Lahab turut bersuka cita." Cerita dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari di atas, bukan bermakna bahwa siapa saja yang bersuka cita merayakan hari Milad (ulang tahun) Nabi Muhammad pada 12 Rabiul Awal, adalah para pengikut Abu Lahab yang kafir itu. Sama sekali bukan. Karena, logika seperti ini tentu menyesatkan. Dan, faktanya, Miladur Rasulullah kini dirayakan umat Islam dari berbagai negara di seluruh dunia seperti di negeri kita Indonesia, Malaysia, Brunai, Mesir, Aljazair, Maroko, Tunisia, dan lain-lainnya. Meski para pengikut aliran Salaf dan Wahabiah menganggapnya sebagai bid'ah, karena tradisi memperingati Maulud Nabi tidak terdapat di zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup. Kelompok Salafi dan Wajabi berpendapat bahwa umat Islam yang merayakan kelahiran Nabi Muhammad telah keliru dalam menafsirkan ajaran Nabi sehingga keluar dari esensinya. Namun ulam-ulama Suni dan Syi'i (Syiah) berpendapat bahwa peringatan Maulid Nabi bukanlah bid'ah, karena merupakan pengungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Maka, sebaiknya kita tidak perlu merisaukan pro-kontra dalam hukum merayakan Maulud Nabi. Karena, setidaknya ada dua pertimbangan. Pertama, bila itu bid'ah karena di zaman Nabi hidup perayaan seperti itu tidak dilakukan, maka akan banyaklah bid'ah-bid'ah yang dilakukan umat Islam di zaman kini. Bukankah zaman sudah berubah? Kedua, ada makna syiar agama Islam, untuk internal umat maupun eksternal, dalam esensi merayakan Maulud Nabi. Syiar ini penting utamanya bagi umat Islam yang hidup di negara-negara di luar Jazirah Arab atau yang tidak beretnis Arab. Ulama-ulama Suni berpendapat bahwa perayaan Maulud Nabi termasuk dalam perbuatan amal saleh yang basisnya adalah takwa yang dapat pula menumbuhkan rasa cinta kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Umat Islam di Indonesia umumnya menyambut Maulid Nabi dengan mengadakan perayaan keagamaan yang beragam dengan ciri khas daerah masing-masing. Tapi umumnya perayaan itu dilakukan dengan memperbanyak pembacaan salawat nabi, ceramah, pengajian, dan pembacaan syair Barzanji. Syair Barzanji berupa kumpulan puisi nan indah karya Ja’far bin Hasan bin Abdul Karim al-Barzanji. Ia adalah seorang qadhi (hakim) dari mazhab Maliki yang bermukim di Madinah hingga.wafat pada tahun 1766 Masehi. Syair Barzanji mengungkap pancaran kharisma Nabi Muhammad SAW dalam seuntai gita untuk pribadi utama. Gita itu didendangkan dari masa ke masa. Di banyak negara dengan penduduk muslim, syair Barzanji umumnya dibacakan dalam suasana perayaan Maulud Nabi. Dengan mengingat-ingat riwayat Sang Nabi, seraya memanjatkan salawat serta salam untuknya, orang berharap mendapat berkah keselamatan, kesejahteraan, dan ketenteraman, seperti juga terjadi dalam perayaan Sekaten khas Jogja. Bukan saja untuk menyambut Maulud Nabi, di berbagai daerah di Indonesia, syair Barzanji didendangkan dalam bentuk standing ovation di kala menyambut bayi yang baru lahir dan mencukur rambutnya. Subhanallah, betapa nur (cahaya) dari pribadi utama Sang Nabi besar Muhammad SAW juga diyakini dapat membawa pengaruh baik, bagi anak-anak Indonesia yang baru lahir. Pembaca yang saya hormati. Silakan melanjutkan membaca berita-berita sajian Tribun Kaltim edisi cetak dan online hari ini. Kepada umat Islam yang merayakan hari ulang tahun Nabi Muhammad SAW, hari ini, kami atas nama pimpinan dan seluruh karyawan Tribun mengucapkan selamat merayakannya. Mohon, khususnya kepada pembaca kami yang muslim, dalam meperingati Miladur Rasul ini, mari kita menyontoh dan mengikuti akhlakul karimah yang diajarkan oleh pribadi utama Nabi Muhammad SAW kepada kita sebagai umatnya. Agar hidup kita selamat dunia-akherat
komentar
|
advertisement
|