/ Home / Shopping /
Shopping
Menangkap Ikan Sebelum Makan
Kompas/agus susanto
Sejumlah pembeli dan penjual terlibat dalam transaksi jual beli ikan di Pasar Ikan Muara Karang, Jak
Minggu, 28 Februari 2010 | 07:22 WITA

Anda mau belanja ikan di pasar tanpa harus berjalan di tanah yang becek dengan aroma bau amis? Atau, mungkin ingin menyantap berbagai jenis masakan yang diolah dari ikan hidup yang ditangkap sendiri?

 

Pasar Ikan Everfresh di Jalan Penjernihan, Jakarta Pusat, atau Bandar Serpong di Jalan Raya Serpong, Tangerang, bisa menjadi pilihan. Dengan adanya tempat ini, orang tidak perlu lagi menuju daerah pantai untuk menikmati makanan laut yang masih segar.

 

Di Everfresh, berbelanja seperti di pasar dan makan berbagai jenis menu seafood yang biasa dilakukan di restoran bisa dilakukan bersamaan. Tempat ini memang memadukan konsep pasar ikan dan restoran.

 

Karena terletak di dalam gedung yang dilengkapi pendingin ruangan, citra pasar ikan yang biasanya bau dan becek pun hilang.

 

Manajer Pemasaran dan Promosi Everfresh Pallupi Chan mengatakan, perpaduan konsep pasar ikan yang bersih dan restoran benar-benar mengena pada konsumen. Ini ditandai oleh makin ramainya pengunjung sejak 2007 setelah sebelumnya hanya berkonsep restoran.

 

”Konsep tempat ini bahkan 60 persennya adalah pasar ikan. Mereka yang membeli ikan mentah untuk dimasak sendiri biasanya datang pagi-pagi begitu kami buka,” kata Pallupi.

 

Keunikan di Bandar Serpong lain lagi. Di sini konsep yang diusung adalah live seafood. Pemilik restoran, Effendi (47), memilih kata ”live” untuk menunjukkan bahwa hewan laut yang dijual di situ masih dalam keadaan hidup sebelum dimasak.

 

Untuk mempertontonkan konsep tersebut, Effendi meletakkan deretan akuarium besar dan kolam-kolam kecil di bagian depan sayap bangunan. Di situ pengunjung bisa melihat-lihat terlebih dahulu berbagai jenis hewan laut yang akan dibeli, menangkap sendiri, untuk kemudian menyantapnya setelah dimasak.

 

Beberapa jenis ikan hidup juga disediakan di Everfresh di dalam akuarium, seperti patin, gurami, bawal, kakap, dan kerapu macan yang merupakan ikan termahal. Harga per kilogram untuk kerapu macan hidup adalah Rp 320.000, sementara kerapu yang sudah mati dijual Rp 195.000 per kilogram.

 

Jenis ikan yang disediakan dalam keadaan mati lebih banyak lagi. Ikan-ikan seperti tongkol, kakak tua, baronang, kaca piring, serta jenis hewan lain, yaitu udang, cumi-cumi, dan kepiting, disimpan dalam rak yang ditimbun es.

 

Untuk menjamin kesegaran produk, terutama ikan mati, Pallupi mengatakan, pihaknya menyortir ikan setiap hari. Ada sekitar 80 jenis ikan laut dan air tawar di tempat ini, bahkan bisa mencapai 100 jenis jika sedang lengkap.

 

”Ikannya lokal semua, ada yang dari Lampung, ada juga dari sekitar sini, seperti dari Bogor. Untuk membedakan tempat ini dengan tempat lain, kami menyediakan layanan khusus, yaitu kami akan mengganti ikan yang sudah dibeli, tetapi kemudian dikembalikan karena dianggap tidak segar,” kata Pallupi.

 

Sementara Bandar Serpong menyediakan ikan dari jenis bawal bintang, kerapu bintang, kaci-kaci, jenangan, pari, hingga bayi hiu. Menurut manajer operasional, Boim, khusus untuk hiu harus dipesan dulu dua hari sebelumnya karena harus didatangkan dari Pulau Seribu. Bayi hiu ini dijual dengan harga Rp 25.000 per ons atau Rp 250.000-Rp 500.000 per ekor.

 

Tempat ini juga menyediakan cukup banyak pilihan kerang, seperti kerang darah, kerang hijau, kerang bambu, kerang madu, hingga kerang kampak yang berukuran paling besar. Seperti namanya, bentuk cangkangnya memang menyerupai kampak.

 

Kerang jenis ini dan kerang madu harga jualnya dihitung per ekor, yaitu Rp 12.000 per ekor. Adapun jenis kerang lainnya dihitung per ons.

 

Setelah memilih-memilih jenis hewan yang akan disantap, bahan makanan tersebut lalu ditimbang. Agar tidak bingung, pengunjung bisa memeriksa daftar menu untuk melihat jenis olahan apa saja yang disediakan koki.

 

Di Everfresh, meski konsep utamanya adalah pasar ikan, banyak juga orang yang memilih untuk makan di tempat, yaitu pada jam makan siang dan makan malam. Atau, kalau tak sempat makan di tempat, pilihan lain adalah membawa pulang ikan yang sudah dimasak. Pembeli dikenai biaya masak Rp 10.000 per kilogram untuk setiap menu.

 

Seperti halnya pasar tradisional, Everfresh juga menyediakan beberapa jenis ikan yang dikeringkan dan telah dikemas dalam bungkusan plastik.

 

”Dengan memegang konsep pasar ikan higienis, belanja ikan di sini menjadi lebih eksklusif,” kata Pallupi. (kompas.com)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved