Banar Fil Ardhi
Tina Andrean memeragakan salah satu koleksi terbarunya dalam tema "Royal of Timeless".
Senin, 1 Maret 2010 | 12:12 WITA
TRIBUNKALTIM.co.id - Pernikahan yang langgeng dan penuh cinta merupakan impian setiap pasangan pengantin yang bertukar ikrar. Ikrar sakral untuk selalu bersama mengarungi hidup dan memulai keluarga bersama. Tentunya hari penuh bahagia tersebut akan sangat bermakna dan ingin dikejap selama mungkin. Di hari tersebut, setiap wanita pasti ingin tampil sebaik-baiknya agar bisa terus dikenang lewat foto, Karenanya, penting untuk memilih gaun yang tepat. Tina Andrean menawarkan gaun pengantin yang diberi tema "Royal of Timeless" untuk mengakomodir hal tersebut.
Bertempat di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, beberapa waktu lalu, perancang gaun pengantin, Tina Andrean memeragakan koleksi terbarunya yang menggunakan detail abad ke-18 dengan sentuhan modern. "Saya mendapatkan inspirasi untuk mendesain koleksi ini dari perjalanan ke Monako, Paris, Niece, dan Cannes. Di Monako, saya berkunjung ke museum kerajaan. Di sana, terdapat gaun-gaun pengantin yang disimpan sejak 200 tahun lalu. Saat itu, gaun pengantin dibuat dengan tangan. Saya melihat ada keabadian di dalamnya," terang Tina saat konferensi pers, sebelum peragaan.
Tina menerangkan, gaya abad ke-18 ia tuangkan dalam detail rok bertumpuk, ruffle, juga lipit, yang jika sekarang digunakan, mungkin akan terlihat kuno. Namun, ia memodifikasikannya dengan gaya modern yang lebih lembut. Seperti diketahui, Tina memang mengincar pasar kelas menengah ke atas yang menurutnya, masih ada dan akan terus ada. Bahkan pasar ini terus meningkat sejak akhir tahun lalu. Pasar ini menginginkan gaun-gaun pengantin yang cenderung mewah dan megah. Karenanya, Tina menggunakan bahan-bahan dengan gaya yang megah, dengan detail yang cukup rumit. Dari lipit-lipit, penggunaan lace brocade, silk satin, silk chiffon, hingga batu-batu kristal.
Gaun pengantin yang diperagakan malam itu terbagi menjadi tiga bagian. Yang pertama, Royal Slim, merupakan gaun berpotongan slim cut, dengan garis rancangan semi mermaid dan semi A-line. Potongan di bagian dada berbentuk sweetheart, kerah Chinese, yang dipermanis dengan slayer dan selendang bolero. Yang kedua, Royal White, adalah koleksi yang lebih mewah, dengan rancangan semi ballgown, diberi detail lipit, kerut, rok tumpuk, pita, dan bolero yang bagian lengannya menggelembung. Koleksi ini memberi kesan unik, perpaduan antara keanggunan putri bangsawan dan gaya yang modern. Warna putih yang sudah jarang digunakan dalam gaun pengantin mulai digunakan lagi oleh Tina. Menurutnya, warna ini masih bisa terlihat relevan jika pas dipadukan dengan detail yang tepat, dan ia memilih warna perak untuk membuat warna ini lebih terlihat abadi. Yang terakhir, Royal Ivory, adalah gaun pengantin dengan desain ala kerajaan masa lalu, desainnya klasik, dilengkapi dengan bolero pendek, dipermanis dengan sulaman kristal. Warna-warna yang digunakan adalah warna champagne, soft gold, ivory, dan offwhite.
Editor: NF/kompas.com