/ Home / Otomotif /
Otomotif
Di Brasil 10 Juta Unit Mobil Memakai Biofuel
WWW.RICARDOSBLOG.COM
Selasa, 9 Maret 2010 | 10:15 WITA

BRASIL, TRIBUNKALTIM.co.id- Langkah Brasil menjadi negara ramah lingkungan nampaknya sudah menunjukkan prestasi hebat. Asosiasi Produsen Kendaraan Nasional (National Association of Vehicle Manufacturers /Anfavea) Brasil mengumumkan bahwa 10 juta unit mobil sudah mengonsumsi biofuel, atau juga disebut Flexible fuel vehicles (FFVs).

FFVs mampu mengonsumsi bahan bakar minyak campuran dengan campuran hingga 85 persen ethanol (E85) dari produk nabati. Salah satu faktor terpenting adalah kemampuan industri pendukung dalam menyediakan ethanol yang berasal dari bahan baku tanaman pangan seperti gandum, jagung, tebu, dan jarak lain-lain.

Nah, Negeri Samba selama ini dikenal sebagai produsen tebu dan gula terbesar di dunia. Selain itu, Negeri Samba ini juga berpredikat sebagai produsen ethanol terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat.

Mengacu data Asosiasi Industri Tebu Brasil (Brazilian Sugarcane Industry Association/UNICA), pada 2008 total produksi ethanol dari tebu yang diproduksi mencapai 565 juta metric ton yang dikonversikan menjadi 31,3 juta ton gula dan 25,7 miliar liter ethanol.

"Kami memberi selamat untuk industri otomotif di Brasil dengan visi dan kegigihan dalam menunjukkan keseriusan di soal teknologi FFVs. Intinya, ke depan industri di sektor ini tak akan memproduksi kendaraan yang hanya mengonsumsi bensin murni lagi. Langkah selanjutnya, membawa bukti teknis ini ke penjuru dunia lain, karena merek-merek mobil di Brasil merupakan pemain global," papar Marcos Jank, Ketua Umum UNICA seperti dilansir autoevolution (8/3/2010).

Teknologi biofuel sudah terbukti mampu mengurangi biaya dan gas emisi buang yang lebih ramah lingkungan. Juga, merupakan sumber daya yang bisa terbarukan bukan seperti minyak bumi yang sewaktu-waktu bisa habis dan perlu ratusan juta tahun untuk terbentuk.

Tapi, UNICA menuntut pemerintah agar bisa mengurangi pajak ekspor untuk produk ethanol. Pasalnya, tujuan memiliki bahan bakar alternatif yang efektif untuk dunia perlu kelonggaran sama seperti yang dilakukan pada bensin biasa.(kompas.com)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved