Soccer Star
Bendtner, Peluru Muda yang Menajam
AFP
Rabu, 10 Maret 2010 | 07:38 WITA

LONDON, TRIBUNKALTIM.co.id - Tak percuma Pelatih Arsene Wenger memasang Nicklas Bendtner sebagai penyerang utama Arsenal pada laga versus FC Porto. Striker Denmark itu akhirnya mencetak hat-trick dan Arsenal pun menang 5-0.

Tiga gol Bendtner itu merupakan jawaban terhadap kekecewaan pendukung "The Gunners" atas kegagalan pemain tersebut pada laga sebelumnya. Akhir pekan lalu, Bendtner harusnya bisa mencetak tiga gol juga ke gawang Burnley dalam duel lanjutan Liga Inggris di tempat yang sama, Stadion Emirates. Namun, Bendtner seolah sedang sial. Tak satu pun bidikannya mengarah ke gawang, selalu meleset ke samping tiang atau atas mistar.

Wajar jika kemudian ada keraguan untuk menaruh harapan ke pundak pemain 22 tahun itu pada laga versus Porto, Selasa (9/3/2010). Akan tetapi, Wenger tahu benar kemampuan pemain yang pernah dipinjamkan ke Birmingham City itu.

Performa Nicklas Bendtner di laga versus Burnley akhir pekan lalu tidak mengurangi keyakinan Arsene Wenger. Pelatih Arsenal ini optimistis striker Denmark itu bisa berkontribusi buat tim ketika menghadapi Porto.

"Saya yakin dia sedang merangkak naik dalam hal permainan dan kontribusinya," kata Wenger di situs Sportinglife, sehari sebelum laga versus Porto.

"Dia melewatkan sejumlah peluang besar pada Sabtu (6/3/2010) lalu, tapi ini perlu bagi setiap pemain muda. Dia mencari tahu kegagalannya dan memperbaikinya di laga berikutnya," tambah Wenger.

Bendtner memang tampak kecewa dalam laga kontra Burnley itu. Begitu tendangan ataupun sundulannya meleset, ia langsung menutup mukanya dengan tangan. Saat ditarik keluar di babak kedua, ia cuma bisa cengengesan seolah tak percaya dengan nasib sialnya malam itu.

Namun, semuanya berubah pada laga dini hari tadi. Bendtner hampir selalu menyelesaikan setiap peluang yang didapatnya dengan baik. Dua kali menyodok bola di kotak penalti, plus tendangan penalti yang keras telah melahirkan tiga gol pertamanya bagi Arsenal.

Wenger pun senang, tapi ia berpesan agar Bendtner tak langsung berpuas diri. "Saya rasa itu tak akan membuatnya terlalu percaya diri saat ini. Saya harap itu akan memberinya semangat untuk bekerja lebih keras," komentar Wenger usai laga versus Porto.

Sejak bergabung ke Arsenal pada 2005, Bendtner muda memang jarang mendapat kesempatan bermain sejak menit awal. Selain karena belum matangnya kemampuan Bendtner, Wenger selalu mendulukan striker berpengalaman seperti Emmanuel Adebayor, Robin van Persie, dan Eduardo. Kalaupun dimainkan, ia lebih sering ditempatkan di sayap kanan, sejajar dengan dua penyerang lain.

Dalam laga semalam, Bendtner menjadi ujung tombak. Ia mendapat bantuan dari dua gelandang senior, Andrei Arshavin dan Tomas Rosicky. Samir Nasri sebagai pengganti Cesc Fabregas juga tak kurang menyuplai bola lewat jalur tengah. (kompas.com)

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved