Ekonomi dan Bisnis
Shell Hentikan Penjualan Bensin ke Iran
SHUTTERSTOCK
UU No 33/2004 tidak memberikan porsi penerimaan dana perimbangan keuangan migas bagi daerah pengolah
Kamis, 11 Maret 2010 | 06:36 WITA

LONDON, TRIBUNKALTIM.co.id- Raksasa minyak Inggris Shell, Rabu mengatakan, pihaknya berhenti menjual bensin ke Iran, menjadi perusahaan minyak utama terakhir yang menghentikan perdagangan dengan Republik Islam.

"Shell saat ini tidak menjual bensin ke Iran," kata juru bicara Shell, dikutip oleh Dow Jones Newswires.

Perusahaan menolak mengatakan jika keputusan itu dikaitkan dengan sanksi terhadap Iran yang dikenakan atas ambisi nuklirnya.

Pedagang minyak terbesar di dunia, Vitol, mengatakan Senin bahwa pihaknya telah berhenti berurusan dengan Iran.

The Financial Times melaporkan bahwa Vitol dan sesama raksasa perdagangan minyak Glencore dan Trafigura telah berhenti memasok bensin ke Iran.

Meskipun Iran adalah salah satu produsen minyak terbesar di dunia, negara itu terpaksa megimpor bensin karena kilang yang rusak setelah bertahun-tahun terkena sanksi.

Amerika Serikat yakin Iran berusaha mengembangkan senjata nuklir, tetapi Iran membantah tuduhan itu. (AFP/ANT)

 

komentar
Name
Email
Alamat
Komentar
Security Code
Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort
© 2008 Kompas Gramedia. All rights reserved