Kamis, 11 Maret 2010 | 22:17 WITA
SAMARINDA – Sebanyak 30 mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kaltim menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (11/3). Mereka menuntut penuntasan proyek pembangunan Bandara Samarinda Baru (BSB) Sei Siring.
Mereka menilai, empat komponen berwenang yakni Gubernur, DPRD Kaltim, Walikota Samarinda dan DPRD Samarinda, tidak serius dan bahkan terkesan mengaburkan sejumlah persoalan dalam penyelesaian proyek BSB tersebut. Terbukti, BSB tak kunjung diselesaikan. Hasil audit BPKP maupun tim teknis juga tak dipublikasikan ke publik. Sehingga polemik progress BSB antara Pemprov dan PT Naunsa Cipta Realtindo (NCR) tak kunjung ada kejelasan pastinya.
"Bayangkan saja, proyek BSB itu sudah berjalan hampir 3,5 tahun dikerjakan, namun secara nyata belum tampak indikator pencapaiannya, yang ada hanya sekedar pengerataan tanah," kata Ketua PC PMII Samarinda Subhan Arafat.
Dikatakannya, masyarakat sangat berharap hasil audit BPKP dan tim teknis akan menjadi jawaban dari semua persoalan yang ada selama ini, namun kenyataannya justru menjadi masalah yang tak kunjung ada penyelesaiannya. Karena yang terjadi hanya perdebatan dan sikap ngotot antara komponen yang berwenang.
"Selama ini yang terlihat drama perdebatan soal utang dan piutang NCR yang belum dibayar, padahal substansi permasalahan yang sesungguhnya terjadi adalah bagaimana pembangunan BSB itu bisa segera diselesaikan. Karena itu, kami meminta kalau memang Gubernur Awang Faroek Ishak komitmen akan menyelesaikan BSB ini, kami minta Gubernur mempublikasikan hasil audit tersebut, supaya semua masyarakat mengetahui bagaimana persoalan sebenarnya," ujarnya dengan tegas.
Selain itu, ditambahkannya, PMII juga meminta DPRD Kaltim untuk segera merealisasikan janji akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) BSB. Sehingga terlihat komitmen pemerintah dalam menuntaskan persoalan BSB yang sudah sarat akan masalah tersebut.
"Nanti, kalau memang ada persoalan yang menyangkut hukum. Segera serahkan kepada aparat hukum berwenang. Tidak seperti sekarang ini, terus berdebat dan berdebat, sementara BSB masih saja kondisinya seperti sekarang ini, tidak jelas," tandasnya.
Tak kemudian, perwakilan mereka dipertemukan dengan Wakil Gubernur Farid Wadjdy. Dalam pertemuan, mahasiswa meminta Pemprov transparan kepada publik, terkait progress dari pembangunan BSB itu. (aid)